Forum PNS Berdikari

dukung reformasi birokrasi !

Anggaran Gaji PNS Kian Bebani APBN

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh wilayah Indonesia jumlahnya mengkhawatirkan. Implikasinya, anggaran keuangan negara untuk mereka setiap tahun meningkat dan semakin membebani APBN.

Menkeu Agus DW Martowardojo mengungkapkan, selasa (21/6) malam, jumlah PNS yang kian mengkhawatir­kan itu terkait akan adanya UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang mengatur tunjangan hari tua bagi PNS. “Jadi, kita rasakan (reformasi birokrasi) sejalan dengan UU BPJS yang ada dalam tahap finalisasi, yakni kita harus memberikan tunjangan hari tua, pensiun, dan sebagainya.”

Dirjen Anggaran Kemenkeu Herry Poernomo membenarkan anggaran untuk PNS setiap tahun meningkat. Pada 2005, anggaran PNS Rp 54,3 triliun, kemudian membengkak menjadi Rp l62,7 triliun (APBNP) atau 147,9 triliun (realisasi) pada 2010.

Kenaikan drastis juga terjadi pada 2011, anggaran belanja PNS sebesar Rp l80,6 triliun (RAPBN) atau Rp l80,8 triliun (APBN). “APBN 2011 disebut sebesar Rp l.200 triliun, belanja pegawai porsinya 10%.”

Wakil Menkeu Anny Ratnawaty juga membenarkan, kini tunjangan hari tua PNS kian membebani APBN. “Penyaluran dana hari tua pensiun, tiap tahun sedikitnya Rp50 triliun (2009) dalam APBN, dan tiap tahun membesar.”

Mendagri Gamawan Fauzi menilai jumlah PNS di Indo­nesia baru mencakup 2,4% penduduk. “Di negara ASEAN jumlah PNS rata-rata 3% jum­lah penduduk. Karena itu, rekrutmen PNS tetap akan dijalankan.”

Menteri PAN EE Mangindaan menilai porsi PNS saat ini masih moderat. Namun, ia mengakui ada pembengkakan PNS di daerah.

Pengamat ekonomi Anggito Abimanyu menyarankan, untuk mengurangi beban APBN, pemerintah sebaiknya memensiunkan dini PNS yang tidak produktif.

Dirjen Perbendaharaan Ke-menkeu Agus Supriyanto pun mendukung gagasan itu.

Sumber : SKH Media Indonesia hal.16, 23 Juni 2011

Juni 24, 2011 - Posted by | Artikel

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: