Forum PNS Berdikari

dukung reformasi birokrasi !

Kemen PAN Panggil Kepala Daerah Terindikasi Curang Seleksi CPNS

Jakarta, Padek—Kendati sudah berlalu beberapa bulan lalu, ternyata indikasi keracungan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010 terus bermunculan. Terbaru, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) mencium kecurangan seleksi CPNS di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Menurut rencana, Kemen PAN dan RB bakal memanggil seluruh kepala daerah (Kada) dilaporkan melakukan kecurangan dan manipulasi nilai dalam seleksi CPNS 2010 lalu.
Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemen PAN dan RB Ramli Naibaho mengatakan, tim investigasi yang ia terjunkan sejak awal tahun lalu terus bekerja keras. ”Mereka semua berupaya membongkar dan membuktikan laporan kecurangan seleksi CPNS,” tandasnya. Ramli menjelaskan, buntut dari laporan tersebut, kini menimbulkan polemik dalam pelaksanaan seleksi CPNS. ”Pihak pelapor bilang ada permainan. Sementara pemerintah daerah bilang semuanya (seleksi CPNS, red) berjalan lancar,” sambungnya.
Kasus menimpa Kabupaten Kubu Raya tersebut, mengancam nasib 236 peserta seleksi yang dinyatakan lolos seleksi CPNS 2010 lalu. Pengungkapan kecurangan tersebut, masuk ke Kemen PAN dan RB dari laporan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Laporan itu tertuang dalam surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Topo Ashari kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, E.E. Mangindaan, nomor K.26.30/V.1038/93, tanggal 12 April 2011.
Dalam laporan tersebut, pihak BKN hanya menetapkan 24 orang dinyatakan lulus murni. Sisanya, sejumlah 212 diputuskan bermasalah. Untuk sementara, BKN menangguhkan penyematan nomor induk pegawai (NIP) peserta seleksi bermasalah itu. Menurut Ramli, hasil temuan BKN terhadap pelaksanaan seleksi CPNS itu menyebutkan ada indikasi kecurangan dengan memanipulasi nilai kelulusan. Pihak panitia daerah, tidak berkoordinasi dengan perguruan tinggi negeri yang ditunjuk untuk mengoreksi hasil ujian. ”Selain itu, pemerintah tingkat II juga tidak berkoordinasi dengan gubernur (provinsi, red),” papar Ramli.
Persoalan kecurangan yang terus bermunculan ini, mendesak Kemen PAN dan RB untuk menyelesaikannya. Ramli mengatakan, akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan kecurangan seleksi CPNS 2010. Selain bupati Kubu Raya, Kemen PAN dan RB juga akan memanggil kepala dearah yang dilaporkan telah melakukan kecurangan CPNS. Di antaranya, ada empat kabupaten di Jawa Timur. ”Untuk sementara, kami tidak membuka dulu daerah-daerah mana. Supaya hasil pemeriksaan bisa objektif,” kata Ramli.
Selain memanggil kepala daerah, pihak Kemen PAN dan RB juga bakal memanggil BKN, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Seluruh unsur-unsur tersebut akan dipanggil untuk dikonfrontasi terkait kecurangan seleksi CPNS yang terus bermunculan setiap tahun. ”Semua kami panggil, karena masing-masing pihak seperti melakukan pembelaan,” terang Ramli.
Setelah dalam evaluasi itu terbukti ada pelanggaran dan praktik penyuapan uang, Kemen PAN dan RB akan mendorong pelanggaran tersebut dilaporkan ke kepolisian. Sebab, kejahatan permainan uang tersebut sudah masuk ranah pidana, dan bukan wilayah pengusutan Kemen PAN dan RB.
Ketua Tim Verifikasi Kemen PAN dan RB, Nuhayati, mengakui memang ada permainan dalam proses penerimaan CPNS. Tapi, dia belum berani memastikan motivasi di balik permainan itu. Menurut beberapa keterangan, permainan dalam kecurangan seleksi CPNS, selain didasari upaya mengeruk keuntungan material, juga mengamankan suara kepala daerah di masyarakat.
Nurhayati menyebut, kecurangan seleksi CPNS di Kabupaten Kubu Raya yang mengancam posisi 212 peserta seleksi adalah yang paling parah. ”Di daerah lain ada, tapi tidak separah ini,” kata dia. Nurhayati mengaku, pihaknya masih belum berani menyimpulkan motivasi di balik kecurangan tersebut.
Bulan lalu Kemen PAN dan RB sudah menjatuhkan sanksi berat bagi daerah yang mempermainkan seleksi CPNS. Di antaranya, adalah di Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Kepulauan Selayar yang wajib men-scaning ulang lembar jawaban. Selanjutnya, di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, seleksi CPNS wajib digelar ulang. (wan/jpnn)

Juni 11, 2011 - Posted by | Berita Media

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: